Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
 
v  Metode dalam menalar
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
1.    Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Contoh dari penalaran induktif adalah :
Kucing mempunyai kelanjar susu untuk menyusui anaknya. Sapi mempunyai kelenjar susu untuk menyusui anaknya. Anjing mempunyai kelanjar susu untuk menyusui anaknya.
Kesimpulan : semua hewan yang mempunyai kelenjar susu dapat menyusui anaknya.
2.    Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
v  Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
v  Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
·         Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
·         Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat
v  Macam macam penalaran
A.   Penalaran Induktif,
yaitu proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus.
Macam-Macam Silogisme di dalam Penalaran Induktif:
Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.
1.    Generalisasi
Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Contoh generalisasi :
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jadi, jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
2.    Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh analogi :
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik
3.    Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
a.    Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b.    Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c.    Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
 
B.   Penalaran Deduktif
adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telahdiketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.
·         Corak berpikir deduktif: silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme alternative atau entimen.Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan.
·         Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
·         Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis.
·         Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.
Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
·         Semua manusia pasti mati (premis mayor)
·         Sokrates adalah manusia (premis minor)
·         Sokrates pasti mati (kesimpulan)
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung :
·         Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
·         Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
·         Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
·         Entimen. = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Senin, 19 Maret 2012

Sistematika Karya Ilmiah

Halaman Judul
Berisi judul secara lengkap beserta nama penulis, institute atau tempat universitas, fakultas, jurusan dan tahun ajaran.

Lembar Pengesahan
Halaman ini berisikan tentang pengesahan dari suatu penulisan atau penelitian dan disahkan oleh para pembimbing yang bersangkutan. Lembar pengesahan ini disahkan unutk dipresentasikan.

Abstraksi
Berisikan suatu garis besar dari penelitian yang penulis lakukan. Biasanya penulisan abstraksi ini dikerjakan setelah penulisan Bab terakhir karena abstrkasi ini bersifat ringkasan. Abstrkasi berisi tentang latar belakan masalah, masalah yang diteliti, metode penelitian yang dilakukan, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan secara singkat.
Kata Pengantar
Berisikan ucapan syukur, ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam melakukan penelitian maupun penulisan, serta harapan yang diinginkan penulis.

Daftar isi
Daftar isi berisikan bab yang terdapat didalamnya beserta sub bab yang terkandung didalam bab. Dan untuk mempermudah pembaca di berikan suatu halaman didalamnya.

Daftar Tabel
Berisikan daftar-daftar tabel yang terdapat pada setiap bab ataupun sub bab.

Daftar Gambar
Berisikan gambar-gambar yang terdapat pada setiap bab ataupun sub bab.

BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab 1 ini, biasanya berisikan Latar Belakang, Batasan masalah, Tujuan penulisan, Metodologi penelitian, dan Sistematika penulisan.
1.1.        Latar Belakang
Pada latar belakang ini berisikan mengenai masalah yang terjadi bisa disebut sebagai kendala. Kemudian alternative yang digunakan untuk memberikan suatu usulan yang bernilai positive. Dan yang terakhir memberikan jawaban atau solusi dari suatu masalah yang menurut penulis menjadi sesuatu yang optimal.

1.2.        Batasan Masalah
Adanya batasan masalah ini bertujuan untuk membatasi suatu masalah supaya tidak melebar ke permasalahan yang baru sehingga subjek penelitian semakin sempit ruang lingkupnya. Biasanya diuraikan dalam bentuk kalimat pernyataan.

1.3.        Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini berisikan maksud atau hal yang ingin dicapai serta sasaran yang dituju oleh penulis.

1.4.        Metodologi Penelitian
Penulis menggunakan metode-metode tertentu untuk mendapat suatu data seperti dengan observasi, wawancara, dan pengukuran data.
1.4.1.   Observasi
Observasi ini dilakukan untuk mengamati sesuatu yang akan penulis teliti
1.4.2.   Wawancara
Mencari tahu tentang data-data yang akan diambil. Biasanya bersumber dari ilmuwan ataupun para pakar yang ahli dalam bidangnya.
1.4.3.   Tehnik Pengumpulan Data
1.      Langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data.
2.      Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.
3.      Jadwal serta waktu pelaksanaan pengumpulan data.
4.      Analisis Data

1.5.        Sistematika Penulisan
Disini dijelaskan mengenai isi dari setiap bab yang digunakan pada penulisan karya ilmiah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka memuat 2 hal pokok :
·         Deskripsi teoritis tentang objek ataupun variable yang diteliti
·         Kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan pada bab sebelumnya.
Pemilihan bahan kajian pustakan didasarkan pada 2 kriteria :
·         Prinsip kemutakhiran
·         Prinsip relevansi
Setiap keterangan yang diperoleh dari sumber pustaka dan dicantumkan dalam karya tulis wajib diikuti keterangan rujukan.
Bila karya yang ingin di buat dalam bentuk suatu alat maka bab 2 ini berikan landasan teori mengenai alat yang ingin dibuat seperti komponen yang digunakan dan lain-lain.

BAB III
ANALISA DAN PEMBAHASAN

Tujuan dari bab pembahasan ini adalah :
·         Menjawab masalah penelitian atau menunjukan tujuan penelitian yang dicapai.
·         Menafsirkan temuan penelitian / pembuatan suatu alat.
·         Menganalisis suatu penelitian.
·         Menghubungkan hasil penelitian kedalam kumpulan pengetahuan yang telah sesuai.
·         Memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru.
·         Menjelkaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan pembuatan atau penelitian.
Jika pada penulisan karya ilmiah ini membuat suatu alat maka pada bab 3 ini berisikan perancangan suatu alat yang telah dibuat. Dimana isinya mengenai blok diagram seperti :
1.    Blok Input
Apa saja yang bertindak menjadi masukan yang akan dimasukan kedalam blok proses.
2.    Blok Proses
Komponen yang bertindak sebagai proses dan bagaimana cara kerja prosesnya.
3.    Blok Output
Hasil yang dikeluarkan dari suatu alat berupa fungsi yang spesifik.

BAB IV
PENUTUP

4.1.        Kesimpulan
Kesimpulan terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Kesimpulan juga dapat ditarik dari suatu hasil pembahasan. Kesimpulan penelitian merangkumkan semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap pada Bab IV.
4.2.        Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada penelitian dan pembahasan. Saran dapat ditunjukan pada suatu instansi seperti pemerintahan, lembaga ataupun swasta ataupun pihak lain yang dianggap layak.


Senin, 12 Maret 2012

Penjelasan Mengenai Suatu Topik

Penjelasan Mengenai Suatu Topik
Topik  adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.  Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan msih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.
Topik biasa terdiri dari satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya sama-sama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum,sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan.

Syarat Suatu Topik Yang Baik
Syarat topik yang baik bisa ditinjau dari 2 segi, yaitu topik yang baik bagi penulis dan topik yang baik bagi pembaca.
v  Bagi penulis, topik yang baik yaitu berbasis pada kompetensi penulisnya yaitu sesuai dengan : 
·         Bidang keahlian. 
·         Bidang studi yang didalami. 
·         Pengalaman penulis: pengalaman kerja, praktik dilapangan, penelitian, partisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah.
·         Bidang kerja atau profesi. 
·         Karakter penulis (baik, cerdas, inovatif, kreatif). 
·         Temuan yang pernah diteliti. 
·         Kualifikasi pengalaman: nasional, internasional. 
·         Kemampuan memenuhi tuntutan masyarakat pembacanya. 
·         Kemampuan memenuhi target kebutuhan segmen pembacanya, dan 
v  Temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan pembacanya.
Bagi pembaca, topik itu baik jika layak dibaca. Artinya, topik tersebut dapat mengembangkan kompetensi pembacanya, yaitu sesuai dengan:
·         Tuntutan pembaca untuk mencapai target informasi yang diharapkan. 
·         Upaya pembaca untuk meningkatkan kecerdasan, kompetensi pengembangan akademik dan profesi. 
·         Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditekuni pembacanya. 
·         Pengembangan dan peningkatan karier dan profesinya. 
·         Upaya mempertajam dan memperhalus rasa kemanusiaan. 
·         Upaya mempertajam dan memperhalus daya nalarnya. 
·         Sesuai dengan kebutuhan informasi iptek yang diperlukan, dan sebagainya.

Jika ditinjau secara umum syarat topik yang baik yaitu:
1.    Menarik untuk ditulis dan dibaca.
Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya.
2.    Dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah.
Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teori-teori (data sekunder), data di lapangan (data primer). Selain itu, penulis juga harus menguasai waktu, biaya, metode pembahasan, bahasa yang digunakan, dan bidang ilmu.

Pembatasan sebuah topik
Pembatasan sebuah topik mencangkup: konsep, variabel, data, lokasi (lembaga), pengumpulan data, dan waktu pengumpulan data. Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, hubungan variabel kurang jelas, tidak menarik untuk dibahas atau dibaca. Oleh Karena itu, pembahasan topik harus dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan dana, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat siterima oleh pembacanya.Contoh : “Upaya untuk mengembangkan alat alarm pemadam kebakaran otomatis. Jadi, alat alarm pemadam kebakaran ini dikembangkan terbatas bagi untuk keadaan darurat saja pada kejadian kebakaran”.

Syarat Sebuah Judul
v  Judul yang baik hendaknya:
·         Relevan dengan tema dan bagian-bagian dari tulisan tersebut.
·         Menimbulkan rasa ingin tahu orang lain untuk membaca tulisan itu (bersifat provokatif).
·         Tidak mempergunakan kalimat yang terlalu panjang, jika judul terlalu panjang, dapat dibuat judul utama dan judul tambahan (subjudul).

Referensi :
Hs, Widjono. 2008. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.

Senin, 18 April 2011

Teknologi Robot


ABSTRAK

Dalam teknologi yang semakin canggih ini, peranan manusia dan kerjasama antara manusia sangat berpengaruh besar karena untuk menciptakan sesuatu hal yang luar biasa di perlukan pemikiran yang luar biasa juga. Secara otomatis untuk menciptakan teknologi seperti robot diperlukan interaksi antara manusia dan computer. Dengan kata lain manusia atau user membuat perintah – perintah atau sintack – sintack yang menghubungkan ke perangkat keras yang sebelumnya terkoneksi ke computer. Dari statement ini manusia sama saja berinteraksi dengan computer. Perangkat keras yang terkoneksi ke computer untuk membuat robot seperti yang diharapkan yaitu mikrokontroler. Dimana dalam perangkat keras tersebut terdapat memori – memori yang dapat menyimpan perintah yang di buat user untuk  kemudian dijalankan. Robot merupakan benda mati yang kemudian di kembangkan oleh manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan pembuatnya sehingga bisa melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh manusia. Computer Supported Cooperative Work (CSCW) merupakan cara menjalankan atau merancang suatu system atau pekerjaan manusia yang dalam penggunaannya menggunakan suatu teknologi. Teknologi yang dimaksud disini adalah teknologi robot. Dalam pembuatan robot dengan bersumber kepada CSCW ini manusia bekerja sama untuk menciptakan teknologi robot yang dapat menjalankan pekerjaan manusia seperti salah satunya robot yang diciptakan untuk memadamkan api. Jika kita membicarakan tentang dampak teknologi robot ini pasti ada, salah satunya yaitu hilangnya kesempatan pekerjaan bagi manusia yang membutuhkan karena pekerjaanya telah diambil alih oleh robot. Disitulah dampak yang bisa di timbulkan karena adanya robot dengan berbagai macam fungsi seperti pelayan, rescue / penyelamatan, dan lain-lain.


INTRODUCTION

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.
Ketika para pencipta robot pertama kali mencoba meniru manusia dan hewan, mereka menemukan bahwa hal tersebut sangatlah sulit; membutuhkan tenaga penghitungan yang jauh lebih banyak dari yang tersedia pada masa itu. Jadi, penekanan perkembangan diubah ke bidang riset lainnya. Robot sederhana beroda digunakan untuk melakukan eksperimen dalam tingkah laku, navigasi, dan perencanaan jalur. Teknik navigasi tersebut telah berkembang menjadi sistem kontrol robot otonom yang tersedia secara komersial; contoh paling mutakhir dari sistem kontrol navigasi otonom yang tersedia sekarang ini termasuk sistem navigasi berdasarkan-laser dan VSLAM (Visual Simultaneous Localization and Mapping) dari ActivMedia Robotics dan Evolution Robotics.
Ketika para teknisi siap untuk mencoba robot berjalan kembali, mereka mulai dengan heksapoda , platform berkaki banyak ada juga robot berjalan naik turun tangga . Robot-robot tersebut meniru serangga dan arthropoda dalam bentuk dan fungsi. Tren menuju jenis badan tersebut menawarkan fleksibilitas yang besar dan terbukti dapat beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, tetapi biaya dari penambahan kerumitan mekanikal telah mencegah pengadopsian oleh para konsumer. Dengan lebih dari empat kaki, robot-robot ini stabil secara statis yang membuat mereka bekerja lebih mudah. Tujuan dari riset robot berkaki dua adalah mencapai gerakan berjalan menggunakan gerakan pasif-dinamik yang meniru gerakan manusia. Namun hal ini masih dalam beberapa tahun mendatang.
Masalah teknis lain yang menghalangi penerapan robot secara meluas adalah kompleksitas penanganan obyek fisik dalam lingkungan alam yang tetap kacau. Sensor taktil dan algoritma penglihatan yang lebih baik mungkin dapat menyelesaikan masalah ini. Robot Online UJI dari University Jaume I di Spanyol adalah contoh yang bagus dari perkembangan yang berlaku dalam bidang ini.
Belakangan ini, perkembangan hebat telah dibuat dalam robot medis, dengan dua perusahaan khusus, Computer Motion dan Intuitive Surgical, yang menerima pengesahan pengaturan di Amerika Utara, Eropa dan Asia atas robot-robotnya untuk digunakan dalam prosedur pembedahan minimal. Otomasi laboratorium juga merupakan area yang berkembang. Di sini, robot benchtop digunakan untuk memindahkan sampel biologis atau kimiawi antar perangkat seperti inkubator, berupa pemegang dan pembaca cairan. Tempat lain dimana robot disukai untuk menggantikan pekerjaan manusia adalah dalam eksplorasi laut dalam dan eksplorasi antariksa. Untuk tugas-tugas ini, bentuk tubuh artropoda umumnya disukai. Mark W. Tilden dahulunya spesialis Laboratorium Nasional Los Alamos membuat robot murah dengan kaki bengkok tetapi tidak menyambung, sementara orang lain mencoba membuat kaki kepiting yang dapat bergerak dan tersambung penuh.
Robot bersayap eksperimental dan contoh lain mengeksploitasi biomimikri juga dalam tahap pengembangan dini. Yang disebut "nanomotor" dan "kawat cerdas" diperkirakan dapat menyederhanakan daya gerak secara drastis, sementara stabilisasi dalam penerbangan nampaknya cenderung diperbaiki melalui giroskop yang sangat kecil. Dukungan penting pekerjaan ini adalah untuk riset militer teknologi pemata-mataan tetapi hal ini tdak sesuai dengan 3 prinsip robot yaitu:1.robot tidak boleh mencelakakan manusia,2.robot harus menaati printah manusia asalkan tidak bertentangan dgn prinsip 1,3.jika diserang manusia ia harus melindungi diri sendiri jika hal itu bertentangan dgn prinsip 1dan2.



PEMBAHASAN

v  Tahap-tahap pembuatan robot
Disini terdapat tahapan pembuatan Robot Cerdas Indonesia. Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut:
tutorial membuat robot cerdas tahapan pembuatan
Gambar 1. Skema rancangan
  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.
·         Tahap Perencangan
Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:
o    Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
o    Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
o    Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
o    Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
o    Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
o    Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
o    Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.
·         Tahap Pembuatan
Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu:
o    Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
o    Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
o    Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.
Jadi dalam sebuah tim robot, harus ada personil-personil yang memiliki kemampuan tertentu yang saling mengisi. Hal ini diperlukan dalam membentuk Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) atau Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Bidang ilmu yang saya sebutkan tadi, tidak harus diisi mahasiswa/alumni jurusan atau program studi tersebut, misalnya boleh saja mahasiswa jurusan teknik mesin belajar pemrograman.
Untuk mengikuti lomba KRI/KRCI dibutuhkan sebuah tim yang solid. Tetapi buat Anda yang tertarik membuat robot karena hobby atau ingin belajar, semua bisa dilakukan sendiri, karena Anda tidak terikat dengan waktu atau deadline. Jadi Anda bisa melakukannya dengan lebih santai.
a.      Pembuatan mekanik
Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.
b.      Pembuatan sistem elektronika
Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:
1.      Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
2.      Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
3.      Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
4.      Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
5.      Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.
Berikut ini gambar sensor ultrasonik, inframerah, UVTron, dan kompas:
tutorial membuat robot cerdas srf 04tutorial membuat robot cerdas gp2d12http://tutorialgratis.files.wordpress.com/2008/05/tutorial-membuat-robot-cerdas-uvtron.jpg?w=131&h=125kompas CMPS03
Gambar 2. Komponen sensor
Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:
  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.
tutorial membuat robot cerdas design pcb
                        Gambar 3. Desain rancangan jalur komponen
c.       Pembuatan Software/Program
Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
tutorial membuat robot cerdas pemrograman
                        Gambar 4. Pembuatan program
Tahap pembuatan program ini meliputi:
  1. Perancangan Algoritma atau alur program
    Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
  2. Penulisan Program
    Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
  3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

·         Uji Coba
Dalam pengujian robot dilakukan diarena yang luas supaya bisa mengontrol pergerakan robot secara detail. Untuk pengujian sensor gunakan media yang tepat sesuai fungsi sensor tersebut. Jika yang digunakan sensor jarak maka siapkan dinding untuk mengetahui fungsi sensor tersebut. Begitu juga untuk sensor yang lainnya.


HASIL

Dari tahap – tahap perancangan diatas akan didapatkan hasil – hasil pembuatan robot dengan bermacam – macam fungsi antara lain :
1.      Robot penghisap debu
Robot penghisap debu yang disebut Roomba. Alat itu berbentuk seperti disk, selebar bola kaki dan setinggi tidak lebih dari mata kaki sedang mendesing lembut untuk membersihkan kotoran di lantai Denver Convention Center. Menurut Helen Greiner salah satu pencipta robot ini mengatakan bahwa mereka ingin membuat sesuatu yang sederhana sehingga orang dapat menggunakannya setiap hari. Itulah yang memberi inspirasi bagi kami untuk menciptakan Roomba. Kami ingin membantu  pekerjaan rumah.
http://media.voanews.com/images/300*300/Roomba_Robot.jpg
Gambar 5. Roomba, robot penghisap debu (vacuum cleaner) buatan perusahaan iRobot.
Teknologi yang terlibat dalam pembuatan Roomba telah berkembang menjadi i-Robot, sebuah perusahaan  yang membuat robot paling mutakhir, dari  robot penjinak bom sampai sebuah robot yang  membantu mengenakan baju pada orang cacat.  Greiner menambahkan, beberapa robot sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

2.       Ecobot III Robot yang bisa Makan dan BAB
Anda pernah membayangkan robot yang bisa makan? bahkan buang air besar? Ternyata ada penelitian dan riset aneh tapi realistis juga untuk mengembangkan robot yang bukan dicolokkan ke listrik atau menggunakan sumber daya lain seperti bensin, methanol atau yang lainnya, tapi bisa mencerna dan mendapatkan energi dari makanan organik.
http://oediku.files.wordpress.com/2010/07/ecobot-robot.jpg?w=300&h=237
Gambar 6. Ecobot III
Peneliti-peneliti ini berasal dari Universitas Bristol yang menyajikan Robot bernama Ecobot III yang bisa memanfaatkan 48 sel mikroba untuk memproses sampah organik. Mikroba-mikroba ini akan mencernanya dan kemudian robot akan mengekstrak energi dari mikroba dengan memanen elektron dari mikroba tersebut. Dan energi yang diekstrak cukup memampukan robot untuk bergerak.
3.      Robot Humanoid Remo, Robot Yang Bisa Jadi Teman Dekat Anda
Negeri sakura memang pengusung konsep-konsep robot humanoid tercanggih di Asia. Bahkan tidak hanya di benua Asia saja, Jepang kini mampu menjadi pusat sorotan negara-negara lainnya karena kalau sudah membicarakan tentang robot, maka lihatlah berbagai robot yang telah diproduksi atau sedang masa penelitian saat ini. Jadi sudah tak heran lagi kalau hampir setiap waktu kita mendengarkan berita robot dari Jepang.
Robot humanoid memang diciptakan fungsinya seperti robot yang dapat menjadi teman manusia dan membantu pekerjaan manusia. Kalau Anda tertarik memiliki salah satu robot humanoid yang bisa jadi teman, mungkin Anda boleh melirik ke robot humanoid Remo yang baru saja dirilis di Jepang.
http://oediku.files.wordpress.com/2010/07/1_robot-remo-header.jpg?w=193&h=300
Gambar 7. Robot Humanoid Remo
Robot ini posturnya seperti manusia karena memiliki dua kaki dan dua tangan. Berikut ukurannya juga cukup proporsional. Robot ini sudah ditanamkan sensor tekanan di bagian kaki yang dapat membantu robot ini menjaga keseimbangan. Dua sensor di bagian matanya dengan dua warna CCD kamera untuk dapat memproses gambar. Serta robot ini sudah dilengkapi dengan Bluetooth sehingga dapat robot ini bisa berkomunikasi dengan komputer kita.
4.      Fujisoft Perkenalkan Si Robot Pintar PALRO Yang Bisa Jadi Teman Bermain
Memiliki teman setia memang bukan perkara mudah. Makanya banyak juga dari kita yang akhirnya memilih untuk memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Tapi nyatanya terkadang kesibukan kita di luar rumah membuat kita kurang telaten memelihara hewan kesayangan kita tersebut.
Jika ingin punya teman setia di rumah tapi tak punya banyak waktu untuk merawatnya secara rutin, mungkin hewan peliharaan tersebut bisa Anda gantikan dengan robot humanoid PALRO berikut ini.
Negeri sakura Jepang memang paling terdepan kalau sudah menyangkut teknologi robot. Kali ini yang siap unjuk gigi adalah pihak Fujisoft yang mana sudah cukup lama bereksperimen dan akhirnya siap menampilkan robot humanoid PALRO untuk pertama kalinya di depan publik.
Robot PALRO ini tingginya hanya 39 cm saja. Untuk bisa menjalankan intruksi, robot ini sudah ditanamkan dengan seperangkat sistem komputer serta dibundel dengan processor Intel Atom berkecepatan 1.6GHz, memori 1 GB RAM, flash memori 4 GB, kamera 3 Megapixel serta dapat dihubungkan langsung dengan jaringan Wi-Fi 802.11 b/g/n. Selain itu robot ini juga ditenagai oleh baterai lithium ion.
http://oediku.files.wordpress.com/2010/07/palro-debutfebruary20101.jpg?w=225&h=300
Gambar 8. Robot Palro
Pada aksi panggung di depan publik untuk pertama kalinya, tanpa malu-malu robot ini memberikan salam serta memperkenalkan dirinya. Robot ini bersuara dengan dialek Jepang seperti layaknya seorang gadis muda Jepang. Dengan perlahan tapi pasti, robot PALRO berjalan di atas panggung dengan kedua tungkainya. Ketika robot ini melihat Anda, ia bahkan mampu mengambil foto Anda pada saat yang sama, lalu mengirimkannya dalam bentuk email. Bagaimana ia melakukannya? Tentu saja bisa karena robot ini terhubung dengan hotspot saat itu.
Jika Anda merasa jenuh, intruksikan saja robot ini untuk menghibur hati Anda dengan menari mengikuti irama musik. Tariannya juga cukup lincah. Atau mungkin Anda ingin robot ini beraksi bagaikan Sumo, maka robot PALRO akan dengan senang hati melakukannya untuk Anda. Jika dalam satu tempat terdapat lebih dari satu robot PALRO, maka robot-robot pintar ini mampu berkomunikasi secara nirkabel. Wah hebat sekali ya robot cerdas ini! Kabarnya pihak Fujisoft berencana untuk memasarkan robot pintar ini ke masyarakat luas pada bulan Maret 2010 mendatang. Nah jika Anda sangat berminat sekali ingin menjadikan PALRO sebagai teman setia Anda, kiranya Anda harus siap juga memboyong pulang robot ini dengan harga 3.300 USD atau sekitar 33 juta rupiah.
5.       Robot Pelayan Yang Kita Harapkan
Ada robot baru yang cukup canggih sehingga bisa melakukan beberapa hal yang biasa dilakukan pembantu rumah tangga. Biasanya robot hanya berfungsu untuk 1 macam, tetapi kali ini robot satu ini lebih canggih karena bisa mencuci gelas, piring serta membersihkan lantai dengan vacuum cleaner.
http://oediku.files.wordpress.com/2010/07/robot-hrp-2-dishbot.jpeg?w=300&h=228
Gambar 9. Robot pelayan
Robot ini bisa belajar mencuci macam-macam perabot rumah tangga, baik panci, gelas, atau piring karena para periset Universitas Tokyo telah melengkapinya dengan simulasi video game serta human motion capture untuk robot ini. Robot ini juga telah dilengkapi sensor untuk mengenali lingkungannya sehingga dapat bergerak bebas serta tak ketinggalan sarung tangan anti air supaya robot ini tidak rusak kena air.
6.       Hajime Robot Pelayan Restoran Jepang di Thailand
Semakin lama robot menginvasi kehidupan manusia. Sebuah restoran  Jepang di Thailand telah memanfaatkan robot untuk melayani para pengunjung.
http://oediku.files.wordpress.com/2010/07/hajime-robot-pelayan-restoran.jpg?w=300&h=216
Gambar 10. Hajime Robot Pelayan
Menurut info, Lapassarad Thanaphant pemiliknya mengeluarkan uang sekitar hampir 1 juta USD atau 9 miliar rupiah di restoran Hajime Bangkok dengan 4 robot dari Jepang. Pengunjung bisa memesan makanan lewat layar sentuh dan kemudian tak lama robot yang aneh berbentuk manusia dengan kostum samurai akan mengantarkan makanan disertai goyangan.
7.      Robot Pemadam Api
1.jpg
Gambar 11. Robot Pemadam
Robot pemadam api merupakan robot yang dapat mencari keberadaan suatu titik api yang berada dalam suatu ruang yang terdiri dari beberapa kamar. Robot ini digunakan sebagai robot pemadam kebakaran dengan mencari titik api yang nantinya pada akhir proses robot akan kembali ke posisi semula robot. Program robot pemadam api bekerja berdasarkan inputan yang diterima oleh kontrolernya, inputan robot diperoleh dari sensor GP2D12, infrared, photodioda, phototransistor, photoreflektor hamamatsu. Sistem kerja robot diawali dari tone detektor yaitu mendeteksi sinyal suara 3,5khz. Kemudian robot akan bergerak maju, belok kanan dan belok kiri berdasarkan perbandingan jarak dari pendeteksian ketiga sensor GP2D12. Robot akan mendeteksi adanya kamar jika robot tersebut mendeteksi adanya pita putih dan untuk mengetahui adanya api kita gunakan 4 buah foto dioda dengan maksud robot dapat mendeteksi api tanpa harus berputar menghadap kamar. Setelah photodioda mendeteksi adanya api, untuk mengetahui kamar berada di posisi kiri atau kanan robot dengan mendeteksi perbandingan jarak halangan di samping kanan dan kiri. Flame navigator merupakan sistem yang digunakan untuk mencari letak lilin dalam kamar yang diletakkan secara acak. Setelah kipas pada posisi di depan titik api yaitu dengan menganggap intensitas api dari phototransistor kanan dan kiri sama, maka proses pemadaman dilakukan dengan memberikan pulsa high pada actuator kipas. Robot akan kembali pada posisi semula jika sudah berhasil memadamkan titik api, jika belum menemukan titik api dalam kamar satu maka robot akan mencarinya dalam kamar lainnya sampai menemukan api.



PENUTUP

v  Kesimpulan
Dari pembahasan mengenai robotika ini, dapat diambil kesimpulan bahwa teknologi semakin lama semakin modern. Dengan adanya tangan – tangan yang terampil dalam ilmu teknologi, dapat menguntungkan maupun membanggakan untuk orang banyak dengan adanya orang yang terampil. Banyak orang mengapresiasikan keahliannya dalam berbagai hal. Sungguh manusia kini mulai tiba pada kemampuannya yang sebenarnya. Mereka telah mulai menemukan keahlian yang luar biasa, dimana dulu tidak mungkin bisa terjadi. Salah satunya yaitu dengan kemampuan dalam mengembangkan teknologi robot. Dengan keterampilan yang dimiliki teknologi pun bisa diciptakan. Dengan alasan tertentu orang – orangpun mulai menciptakan kreasi dalam bentuk teknologi robot. Robot yang diciptakan bisa dikatakan luar biasa ada bisa dijadikan sebagai teman dekat, ada yang bertindak seperti pelayan, pembantu, penyelamatan atau yang lainnya. Ada juga menciptakan robot untuk bahan uji coba seperti robot yang ditugaskan untuk mendarat di planet Mars dan bisa meneliti dari jarak jauh seperti di bumi. Dengan kata lain untuk menjalankan atau merancang suatu pekerjaan manusia, teknologilah jawabannya. Dengan keterampilan manusia dan logika manusia yang berbeda – beda pasti akan menciptakan suatu hal yang berbeda pula.
v  Saran
Untuk membuat sesuatu yang berbeda harus diperlukan pemikiran yang matang dan positive. Karena sesuatu yang baik akan menciptakan sesuatu yang pula. Dalam pembuatan robotic ini hal yang pertama harus dikuasai adalah penalaran logika salah satunya dalam logika pembuatan program yang kemudian akan terkoneksi ke perangkat keras. Disamping itu bahasa pemrograman harus pula di kuasai karena dalam membuat suatu robot harus ada program didalamnnya. Bahasa yang dipakai yaitu bahasa mesin atau assembler. Ada juga yang memprogram suatu robot dengan bahasa lain seperti c++, basic, pascal, dan bahasa pemrograman yang dikuasainya.



REFERENSI